Trenggalek -Detikberita1.com Pemerintah terus memperluas pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mempercepat pencapaian target pemeriksaan kesehatan nasional. Salah satu kelompok sasaran yang menjadi fokus pelaksanaan program ini salah satunya para santri di pondok pesantren.
Hal tersebut disampaikan oleh Anang Suryana, Analis Kebijakan Ahli Muda Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) saat meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis di Pondok Pesantren AR Ridlwan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Menurut Anang, Program Cek Kesehatan Gratis merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Pemerintah yang mendukung pelaksanaan Asta Cita 2024 – 2029, khususnya dalam pembangunan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
“Program ini bertujuan untuk mendeteksi faktor risiko kesehatan sejak dini pada seluruh kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir, anak usia dini, anak sekolah, remaja, dewasa, hingga lanjut usia. Dengan deteksi dini, masyarakat dapat memperoleh penanganan dan intervensi yang tepat sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius. Semakin cepat suatu masalah kesehatan diketahui, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi,
meningkatkan kualitas hidup, serta mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan produktif,” ujar Anang.
Ia menjelaskan bahwa hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 menunjukkan masih tingginya tantangan kesehatan pada berbagai kelompok usia. Permasalahan tersebut mencakup stunting pada balita, masalah kesehatan mental dan perilaku berisiko pada remaja, hingga meningkatnya kasus hipertensi, diabetes, dan obesitas pada kelompok usia dewasa dan lanjut usia.
“Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat lebih awal sekaligus memperkuat upaya promotif dan preventif,” tambahnya.
Berdasarkan data SatuSehat per 29 Mei 2026, pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau sekitar 40 juta jiwa atau 30,8 persen dari target nasional sebanyak 130 juta jiwa pada tahun 2026. Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, pemerintah terus memperluas cakupan layanan ke berbagai komunitas, termasuk lingkungan pondok pesantren yang memiliki jumlah sasaran besar dan tersebar di seluruh Indonesia.
Dalam pelaksanaan CKG di Pondok Pesantren AR Ridlwan, sekitar 700 santri mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan. Kegiatan diawali dengan tes kebugaran, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan tinggi badan, berat badan, lingkar perut, kesehatan mata, telinga, kulit, serta skrining tuberkulosis (TB) dan pemeriksaan kesehatan lainnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, para santri juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, serta berolahraga secara teratur.
“Pondok pesantren merupakan lingkungan yang sangat strategis untuk membangun budaya hidup sehat. Jika kebiasaan hidup sehat ditanamkan sejak dini, maka para santri tidak hanya sehat selama menempuh pendidikan, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan kesehatan di lingkungan keluarga dan masyarakat,” kata Anang.
Lebih lanjut, Anang berharap pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis dapat terus diperluas ke pondok-pondok pesantren lainnya. Menurutnya, hasil pemeriksaan kesehatan para santri dapat menjadi dasar bagi puskesmas setempat untuk melakukan tindak lanjut dan pemantauan apabila ditemukan kondisi kesehatan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Anang menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Pondok Pesantren AR Ridlwan, Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek, Klinik Polres Trenggalek, serta 10 puskesmas yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis tidak terlepas dari kolaborasi yang kuat antara pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan pengelola pondok pesantren dalam memperluas akses layanan kesehatan yang merata bagi masyarakat.
Melalui Program Cek Kesehatan Gratis, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat yang mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini sehingga dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045 yang sehat, cerdas, dan produktif.(***)