SURABAYA, Detik — SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) menggelar Smamda Education Fair (Edufair) 2026 dengan melibatkan 30 perguruan tinggi negeri dan swasta. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam membantu siswa mengenali pilihan pendidikan tinggi agar lebih tepat menentukan jurusan setelah lulus SMA.
Mengusung tema “Empowering the Next Generation of Innovators”, kegiatan yang berlangsung di Smamda Tower, Surabaya, tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh informasi langsung mengenai program studi, sistem pembelajaran di perguruan tinggi, hingga prospek karier setelah menyelesaikan pendidikan.
Sebanyak 30 perguruan tinggi, 1 Lembaga Tes Psikologi serta ada klinik mata turut berpartisipasi, termasuk Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Hang Tuah (UHT), Universitas Surabaya, BINUS Malang, Universitas Ciputra, Universitas Pelita Harapan (UPH), Telkom University Surabaya, ISTTS, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Universitas Dinamika, Sages Academy International, Ottimmo International, Majapahit Tri Star, NIS Indonesia, Kaplan Edu, Genesia International Academy, IDP Education, Vista Education Corp, The Next Pathway Indonesia, hingga Tomsk State University.
Kehadiran berbagai kampus tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal beragam pilihan jurusan dan menyesuaikannya dengan minat serta potensi masing-masing.

Rangkaian kegiatan diisi dengan sesi kuliah tamu dari dosen dan praktisi perguruan tinggi. Siswa kelas XII memperoleh penjelasan mengenai berbagai bidang studi, mulai dari kedokteran, teknik, sains data, psikologi, desain, hukum, hingga ilmu komunikasi.
Tidak hanya menyampaikan materi, sejumlah pemateri juga memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih praktis agar siswa mendapatkan gambaran tentang kegiatan akademik di bangku kuliah.
Rangkaian berikutnya menghadirkan pameran pendidikan yang membuka kesempatan bagi siswa kelas X, XI, dan XII, serta siswa dari sekolah lain dan orang tua untuk mencari informasi langsung dari perwakilan kampus.
Melalui stan informasi yang tersedia, pengunjung dapat menggali keterangan mengenai program studi, fasilitas pendidikan, dan pilihan jalur masuk perguruan tinggi sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan masa depan.

Kepala SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, H. Mukhlasin, S.T., M.Pd., menyampaikan, antusiasme perguruan tinggi dan jumlah konsultan yang berpartisipasi pada tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan jumlah peserta ini dinilai memberikan angin segar bagi para siswa yang memiliki aspirasi untuk melanjutkan studi, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga ke kancah global.
Tahun ini peminatnya bertambah, konsultan yang hadir juga makin banyak. Ini positif karena bisa membukakan jalan bagi anak-anak yang ingin kuliah ke luar negeri, dan jurusannya pun tidak hanya satu negara saja, melainkan sekian banyak negara,” ujar Mukhlasin.
Berbagai perguruan tinggi ternama, mulai dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terkemuka, perguruan tinggi swasta, hingga politeknik (program D-3 dan D-4), turut memeriahkan pameran ini. Menariknya, sejumlah universitas mitra juga menawarkan berbagai kemudahan fasilitas bagi siswa Smamda, mulai dari potongan biaya pendidikan (DP) yang murah hingga program beasiswa khusus.
“Ada kampus dari Korea yang memberikan keringanan hingga 50 persen, bahkan ada yang sampai 75 hingga 100 persen bagi siswa Smamda yang memiliki kemampuan bahasa asing. Ini merupakan hasil kerja sama dan negosiasi langsung pihak sekolah dengan perguruan tinggi terkait,” jelasnya.
Melalui Smamda Education Fair 2026, sekolah berharap para siswa semakin memahami pilihan pendidikan tinggi, mampu mengenali potensi diri, serta mempertimbangkan jurusan secara matang sebelum memasuki dunia perkuliahan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana berbagi informasi pendidikan bagi sekolah lain dan masyarakat yang ingin memperoleh gambaran lebih luas mengenai pilihan studi setelah SMA. (Arifin)
